Skip to main content

Bibit & Chandra.. Perlukah dibela? (seputar isu KPK)


Nonton TV atau baca koran menjadi opsi kegiatan yg kulakukan sebelum tidur. Waktu itu aku memlih 'scan' harian kompas untuk menemukan berita-berita yg menarik, ternyata masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Masih ttng Bibit dan Chandra. Bosan juga nih dengar n baca berita ttng orang yang dua ini. Krn malas baca berita-berita yang itu2 lagi, akhirnya kunyalakan TV, pilihan utama sih pasti TV One, secara jam segitu di TV lain pasti lg muter sinetron atau acara-acara lain yg menurutku kurang penting. TV One & Metro TV pasti selalu menjadi first choice. Tapi lagi-lagi dikejutkan dengan berita seputar Bibit & Chandra. Kali ini yang diwawancarai adalah Anggodo yg disebut-sebut sebagai orang2 yg mengatur rekayasa penahanan Bibit & Chandra. Wawancara yg emosional n blak-blakan..
Kok bisa ya kasus ini jadi primadona mengalahkan kasus yg menurutku lebih Dhasyat seperti kasus Pembunuhan Nasrudin yg melibatkan ketua Non Aktif KPK, Pak Antasari?

Beberapa Minggu terakhir mungkin kita akrab dengan istilah Cicak Vs Buaya, Kriminalisasi KPK, Mafia Peradilan, dll. Yg agak menarik bagiku adalah istilah "Kriminalisasi KPK". Kok sampai bisa ya muncul istilah seperti itu?? Siapa yg pertama kali mencetuskannya. Yg ditahan itu kan Bibit & Chandra, bukan seluruh Institusi KPK. KPK masih baik2 aja tuh n tak pernah dianggap orang Kriminal, malah dianggap sebagai Pahlawan. Jangan menyamakan Bibit & Chandra itu dengan KPK. Mereka hanya pimpinan KPK yang kebetulan lagi kena kasus dan sedang diselediki sama Polisi. Kenapa orang-orang langsung menganggap ini Kriminalisasi KPK ya. Pdahal kan proses hukum lagi berjalan. Banyak pakar yg bilang karena proses hukumnya yg salah dan tidak wajar, tapi kayanya gak ada yg gak wajar deh. Ada laporann, selanjutnya diproses, ada saksi, ada tersangka, dan akhirnya ada proses penahanan. Katanya sih kasus ini direkayasa. Tapi di rekayasa dimananya ya?
Media sebenarnya yg paling bertanggung jawab dengan adanya kejadian yg luar biasa ini. Media telah mengiring masyarakat untuk menerima term "kriminalsasi KPK". Belakangan media kelihatan mulai tidak independen dengan kesan seolah lebih membela Bibit & Chandra. Kok bisa ya ada orang2 yang langsung membela Bibit & Chandra padahal belum tahu mereka itu siapa, benarkah mereka terlibat pemerasan, semuanya masih diproses. Katanya sih karena prestasi-nya membrantas koruspi. Tapi kok gak ada yg mengingat2 prestasi polri ya, hampir semua mencemooh dan menuntuk pencopotan Kapolri. Jika ada oknum yg nakal, bukan berarti institusi Polri adalah Jelek. Itu hanya oknum aja kok.
Mari kita hormati proses hukum yang ada. Ada lagi pembentukan TPF yang dianggap bisa menetralisir kegaduhan di masyarakat. Belum lg mulai kerja dah banyak yang protes karena memang polri n kejaksaan masih commit kok nyelesaian kasus ini. Apapun sebenarnya yang terjadi, marilah kita hormati proses hukum yang ada. Media juga gak boleh membuat upaya menggiring opini publik dengan berita2nya yang terkesan sangat berpihak pada Bibit & Chandra. Toh mereka juga bukan malaikat juga kok. Ntar kalo mereka ternyata bersalah, gimana dong?
Kita semua menghoramati intitusi KPK, Polri, & Kejaksaan. Tapi jika ada oknum di salah satu tempat itu yg menyimpang dari jalur-nya, maka kita gak usah langsung kecewa dengan lembaganya. So mari kita tunggu cerita selanjutnya ttng Bibit & Chandra ini..

Comments

Pasang Iklan said…
setelah sekian lama kita dilanda keraguan akan transkrip yang beredar luas dimedia masa maupun masyarakat luas...
akhirnya keraguan kita terbayar dengan terungkapnya dan diperdengarkannya rekaman dari ponsel ANGGODO dan juga rekan2nya...

saya cukup puas dengan hasil rekaman KPK tersebut...
selain bisa mengobati keraguan saya atas munculnya transkrip rekamantersebut...
rekaman tersebut juga memunculkan nma2 yang sangat berpengaruh pada setiap lembaga yg mengurusi hukum dinegara kita...

bahkan setelah rekaman ini diperdengarkan umum...
RI 1 menyarankan agar nama2 yang termasuk dalam isi rekaman tersebut segera dinonaktifkan selama dalam proses penyidikan kasus ini...
bahkan tersangka Bibit dan Chandra pun segera ditangguhkan dari tahanan...

selang satu hari kemudian, nama2 yang ikut dalam kasus inipun mulai mengundurkan diri...
KABARESKRIM susno dan juga Wakil Jaksa AH Ritonga pun ikut mundur.

semoga saja kasus ini akan segera menemukan titik terang dan berhasil mengungkap siapa saja aktor2 yang benar dan salah...
semoga saja kasus ini bisa mempersatuykan bangsa kita agar menjadi bangsa yang lebih kokoh dan lebih jujur dalam menuntaskan para mafia2 hukum.
Iklan

Popular posts from this blog

[resend] Apalah arti sebuah nama

"Apalah arti sebuah nama." Kita pasti sudah terbiasa dengan ungkapan tersebut. Ga usah perduli mau di kasi nama X, Y, Z, Q dll. karena nama pada umumnya tidak menggambarkan manusianya. Tapi kebanyakan orangtua berharap kelak masa depan si buah hati sesuai dengan nama yang mereka berikan yang belakangan dicantumkan di akte kelahiran. Iseng-iseng gw berburu di Google, sekedar pengen tahu aja, ada ga yang punya nama yang sama dengan gw dan sekalian cari artinya di bahasa yang lain. Sebelumnya let me introduce myself, nama Gw yang tertulis di "Akte kelahiran": BONATUA PARULIAN LUMBAN TOBING. Berasal dari bahasa "BATAK", terang aja, Gw terlahir dari keluarga Batak. Dua kata terakhir adalah nama keluarga (marga). But one for sure, banyak pertanyaan yang muncul waktu kenalan dengan Gw. Pertanyaan-pertanyaan yang berhasil Gw rangkum, kira-kira sepert ini: Nama kamu ada artinya ga?
(Ya pastilah, semua nama punya arti entah apapun itu.) Siapa sih yang ngasi nama…

888 - Mitos angka 8

Apa yang istimewa dengan 888? Banyak yang bilang kalo ini adalah angka sempurna walaupun sebenarnya semua angka itu bagus juga sih. Bahkan Olimpiade Beijing dipaksakan untuk dimulai hari ini 8 Agustus 2008 (08-08-08), jam 08:08:08. Pokoknya serba 8 deh. Satu yang pasti, dukung terus kontingen Indonesia untuk meraih prestasi terbaik...
Banyak juga pasangan yang memilih untuk melangsungkan pernikahannya hari ini karena menganggap hari ini adalah hari yang istimewa sama dengan 666,777, dan tahun depan 999. Ada juga nih temanku yang berencana melagsungkan pernikahannya hari ini, tapi kok gak kedengaran kabarnya ya :)

Arabic٨AmharicBengaliChinese numeral八,捌DevanāgarīHebrewח (Het)KhmerThai
Dalam tradisi Tionghoa, angka 8 merupakan pertanda rejeki nomplok. Sedangkan di Jepang angka 8 merupakan pertanda keberuntungan (apa ini ada hubungannya dengan event spektakuler di kantorku hari ini ya? secara kami kan kantor yang ala Jepang gitu..). Tapi kalo menurut primbon Indonesia angka 8 justru pu…

Komentator Vs Pemain Sepak Bola

Pemain sepak bola: BI, Menkeu, KSSK, LPS Komentator : Pakar Ekonomi, Pengamat, Anggota DPR (Pansus)
Perhelatan sepakbola rasanya kurang lengkap tanpa hadirnya komentator. Berbagai pujian, kritikan, dan solusi banyak dilontarkan sang komentator selama jalanya pertandingan. Peluang yg harusnya mudahlah, tendangan yang harusnya gampanganlah, mental yang kurang siaplah, mention it. Biasanya tak satupun pemain yang berhasil lolos dari kritikan sang komentator. Bahkan wasit dan penonton juga tidak luput dari ocehan sang komentator. Dengan gaya berbicara yang meyakinkan kita berhasil digiring sesuai dengan "fakta-fakta" yang dilontarkan. Untuk sesaat kita akan setuju dengan hampir semua apa yang disampaikan sang komentator. Namun kehadiran komentator kedua yang mempunyai pandangan yang bersebrangan dengan "fakta-fakta" yang disampaikan komentator pertama membuat orang yang mendengarkan menjadi bingung. Kedua orang ini sama-sama bergelar "pakar", tapi kok pendapatn…