Wednesday, February 11, 2009

Slumdog Millionaire, the review


Lamaste...Pernah nonton film India gak? Talking about film India pasti kebayang dengan lagu dan tari-tarian sepanjang jalan, muter-muter di pohon sampai pusing, dan yang paling aneh pas lagi sedih, tiba-tiba bisa nongol segerombolan orang di belakang "anak muda"-nya (jagoan) yg gak tahu kapan dilatih tau-tau bisa punya gerakan yang teratur layaknya di sebuah kompetisi dance tingkat kabupaten. Atau pasti sangat familiar dengan istilah Tuan Takur si Antagonis dan Inspektur Vijay sang jagoan.. Tapi pastinya ada aja orang yang alergi atau gengsi kalo diajak nonton film India. Agak gimana gitu...Tapi bukan untuk Film India yang satu ini. Film ini layak ditonton dan ceritanya juga lumayan bagus. Agak berbeda dengan film-film Bollywood lainnya, karena sebenarnya film ini pergerakan Bollywood to Holywood. Film besutan Danny Boyle ini bahkan berhasil masuk 10 nominasi academy award AKA oscar termasuk untuk kategori film terbaik.

Film yang diadaptasi dari novel Q&A karya penulis India, Vicas Sward, ini berhasil meraih beberapa penghargaan berharga lainnya seperti di Golden Globe, Critical Coice Award, dll. Coba aja deh serch di wikipedia, banyak bgt penghargaanya. Inti dari ceritanya adalah kisah percintaan romantis antara Jamal Malik (Dev Patel) & Latika (Freida Pinto). 2 anak manusia yang lahir di daerah kumuh (slum) di daerah mumbai. Kalo review kompas sih mengatakan kalo film ini sebenarnya ingin memotret kehidupan urban di daerah India. Potret kemiskinan ditampilkan secara gamblang dan nyata. Belakangan hal inilah yg membuat film ini kurang mendapat dukungan dari masyarakat India sendiri. Bahkan sampai di-demo segala tuh di India..

Tapi sebenarnya menurutku, film ini bercerita tetang harapan. Bagaimana Jamal berusaha menemukan cintanya Latika yg terpisah sejak lama setelah adanya "Chaos" di Mumbai. Satu-satunya cara yg nongol di pikirannya yang polos adalah dengan mengikuti kuis "Who Wants to Be A Millionaire" yang memang pada saat itu adalah acara paling populer di India. Dengan mengikuti kuis itu, dia berharap pujaan hatinya bisa melihatnya di TV dan bisa menghubunginya. Namun tak disangka ternyata Jamal yang sehari-hari bekerja sebagai OB (Chaiwala) di sebuah call center perusahaan telekomunikasi di India berhasil menjawab semua pertanyaan sampai mendapat hadiah tertinggi 20.000.000 rupees.

Walaupun film India tetapi aktor yang dipilih untuk memerankan Jamal bukan Asli Bollywood. Dev Patel adalah Aktor keturunan India kelahiran Inggris yang sudah populer di layar kaca Britania Raya melalui drama seri "Skins". Tapi jangan diragukan dulu ke-India-annya. Bermodalkan sedikit investigasi ke daerah Mumbai, Dev berhasil memerankan sosok Jamal dengan sangat apik. walaupun sebenarnya agak sedikit miss sih disini. Secara tampangnya kurang cocok dengan anak jalanan. he he...
Bagi Frida Pinto (pemeran tokoh Latika) sendiri, ini merupakan pengalaman pertama acting untuk film. Gadis kelahiran Mumbai ini sehari-hari berprofesi sebagai model. Tapi tetap aja kualitas actingnya tidak kalah dengan senior-seniornya..
Alur yang tertata dengan rapi dan disusun sangat detil membuat film ini layak diperhitungkan di dunia perfiliman. Bahkan tidak mungkin jika nantinya film ini akan keluar sebagai pemenang di Academy Awards untuk kategori film dan sutradara terbaik. Satu yang unik di film ini adalah bahwa tokoh yang dipilih untuk memerankan versi anak-anak dari Salim (kakaknya Jamal), Latika, dipungut langsung dari daerah Slum (kumuh) di Mumbai. Hasilnya adalah peran yang dimainkan secara natural dengan baik. Bukan sekedar diberi bayaran tapi mereka disekolahkan dan diberikan tabungan yang baru bisa diambil sampai mereka berumur 16 tahun. Ide yang bagus kan. (I Still wonderring, kira-kira anak-anak pemain Laskar Pelangi dibayar gitu juga gak ya, secara mereka kan emang diambil dari pedalaman bitung sana...)
So jangan sampai ketinggalan dengan Euphoria "Slumdog Miliionare" ya... dah mulai rame tuh diputar di BlitzMegaplex. Don't miss it guys...

10 komentar:

Anonymous said...

hmmmm......

Lasma RoNa said...

deq, tp aq bingung ending nya gmn jd nya, koq aq ngga 'nangkap' yah???

but overall, setuju pilem nya bagus bgt. btw oscar dah kelar tuh, so ngga mw di riview??? ;)

Bona TOBING said...

@Lasma: Kok Bingung kak.. Justru itu uniknya film ini. Niatnya dari awal untuk ikut quiz itu kan biar ditoton si latika. Makanya dia gak terlalu peduli tentang kemenganya. Habis pertandingan itu dia balik lagi ke statsiun kereta, tempat yg pernha dia janjiin akan selalu menunggu si itu cewek, gitu lo kak. he he..'
BTW aku tadi ngikutin oscar juga tuh dari webnya. Gila, slumdog menang 8 kategori... CONGRATS< dah aku mention kok di postinganku ttng Record of The Year,.... ada sedikit pengantarnya..

lasma rona said...

itu mah ngerti deq, kk bingungnya dari penjara koq ujuk2 dia bs mucul lg di quis itu??? tp kk kayanya ada miss satu scene kali ya, lg mengkhayal kali, hehehehe....

Bona TOBING said...

@lasma:
kakakku, mungkin benar deh kakak menghayal. :) Ngayalin sapa nih.... Pas dia di-interogasi itu kan, si Inspektur akhirnya yakin kalo dia gak menipu.. Ada kok scene-nya. Terus, dia diantar deh untuk ngelanjutin quiz itu... krn kebetulan quiz sebelumnya kan menyisakan satu pertanyaan lagi pas waktunya habis dan dia dijebloskan ke penjara. Nah interogasinya itu selesai pas syuting acara itu dimulai... he he

lasma rona said...

ya ampyuunnn deq qu, tepat kali!!! kk miss di scene itu, pas dia diantar u/ ngelanjutin quisnya! wakakakaka.... lost in space kali aq ya deq :)

hehehehe....seep dah

Blank Blank said...

h.h.h.
emanglah sistaQ yang atu nech..
ada aja yang salahnya..
xixixixi...

Great Movie menurut aQ..
walaupun agak telat nontonnya,
but..nostalgiaanlah nonton india, secara dulu waktu masih anak' sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bgt nonton india, wakakkaka....

PS. I love Little Jamal ;)
cuakep..cuakep..cuakep..

Bona TOBING said...

@blank AKA Moris: Yes, a really great movie...

PS. Ternyata dirimu pedofil ya ris. sukanya ama anak2

Blank Blank said...

beuh...
bukan berarti 'y broer ;p

I love child,
makanya dulu jadi GSM,
xixixix...

Bona TOBING said...

@blank AKA Moris: Itu tandanya ada udang di balik batu tuh waktu jd GSM...

BTW kau jadi GSM modem aja deh Ris, gak usah jadi Guru Sekolah Minggu