Tuesday, January 13, 2009

Stop Cursing Israel!! Let's pray for the present of peace in their heart..

Agresi Militer Israel ke Gaza sudah lebih dari 2 pekan. Angka 800 korban jiwa sudah dilewati. Ribuan menderita luka-luka. Kerusakan terjadi dimana-mana. Demo mengutuki Israel digelar hampir di semua negara. Tak ketinggalan Indonesia. Lusinan pimpinan negara dan tokoh mengeluarkan statement untuk mengutuk Israel. (Hanya sebatas statement aja lho...) Sadis memang tindakan Israel ini.. Tapi bagiamanakah seharusnya kita menyikapi hal ini?
Resolusi PBB yang notabene adalah badan paling wahid di dunia, tak pernah digubris Israel. Semuanya dilanggar dan tidak pernah ada sanksi. Segala rencana bentuk sanksi yang dinilai akan merugikan Israel dari PBB akan buru-buru di-"VETO" oleh Amerika Serikat yang sudah menjadi sekutu Israel sejak zaman dahulu kala.
Apalagi kira-kira yang mampu menghentikan Israel?

Aku coba menelisik berbagai protes yg dilayangkan ke Israel.
1. Menghujat Israel sebagai negara setan. Benarkah demikian? Semakin diprotes malah merekanya semakin menjadi-jadi. Dan tentunya tidak pernah digubris. Malah kita yg rugi berpanas2 ria berdemo dan tak ada efeknya ke Israel...
2. Bakar bendera Israel. Ini sebenarnya hampir tidak ada gunanya. Apalah artinya membakar bendera mereka. Toh mereka juga gak terlalu peduli kok. Malah terkesan buang-buang uang. Beli bendera untuk dibakar..
3. Boikot produk-produk Amerika Serikat. Ini sebenarnya aksi yang sangat tidak penting dan tidak ada gunanya. Misalnya beberapa hari yang lalu disiarkan di televisi ketika sekelompok mahasiswa menyegel sebuah restoran cepat saji khas ala Amerika. Apa sih tujuannya? Yang dirugikan kan orang2 kita juga yang kerja di sana..
Banyak lagi nih aksi-aksi protes untuk Israel.
Tapi pernahkah kita berpikir untuk berdoa untuk Israel. Bukan mendoakan agar mereka berhasil menggempur Gaza. BUKAN!!!!! Berdoalah untuk kedamaian di hati mereka, di hati para pemimpin dan tokoh-tokoh mereka. Biarkan kedamaian itu hadir di sana. Dan mereka dapat hidup berdampingan dengan rukun.
Semakin kita kutuk mereka semakin mereka menjadi seperti kutuk dan melakukan hal-hal yang dianggap terkutuk. So tak ada gunanya lagi menghujat dan mengutuk Israel. Berdoalah untuk hadirnya kedamaian di hati bangsa Israel... Bukannya sok suci atau sok rohani, tapi alangkah baiknya jika cara ini dicoba...

11 komentar:

Anonymous said...

Hell yeah Israel..

Mr Bien said...

SAya sangat setuju dengan opini Lae
tapi kebanyakan org melakukan Demo karena emosinya yg meledak-ledak seperti bom yg di Gaza tanpa pikir kerugian Negaranya sendiri...

bani said...

Waduh...Kapan ya kedamaian itu datang?

Indra said...

ada tren baru skrng, ngumpulin bendera Israel. lumayanlah, nambah penghasilan yg jual bendera :-)

Anonymous said...

SAVE GAZA!!!!!!!!!!!!!!!!

Tohap Hutasoit said...

hmm pas lah itu..
kenapa pula kita tidak pernah mendoakan warga negara Indonesia yang kurang gizi, mati kelaparan, pengangguran, tidak mendapat pendidikan, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, dan penderitaan - penderitaan lainnya. Malah di stasiun telivisi kita sepertinya jarang banget di tayangkan.
Padahal untuk negara lain kita mampu mengutuk, mendoakan, dan mengumpulkan dana dengan cepat...

dy said...

Aneh yak,,
Di negara sendiri aj masih banyak masalah,,, malah ngurusin negara laen...

Bona TOBING said...

@Anonymos: Stop that.
@Mr Bien: Emang susah sih kalo mengontrol emosi. Apalagi berita ttng kekerasan ini disiarkan terus menerus di TV.
@Bani: At least di hati kita tetap ada kedamaian.
@Indra: Tetap ya, lihat sis positifnya :).
@Anonymos: Not Just Gaza, but let's save the world
@Dy: Iya ya Dy. Sekitar kita dulu aja baru keluar yah...

Ecko Manalu said...

ketika ditanya, kenapa indonesia bisa jadi ekstrim ?
karena memang potensi untuk jadi ekstrimis sangat banyak.
trus, mengapa orang bisa ekstrim ?
karena bodoh :D

berarti rakyat indonesia banyak yang bodoh dong ?
yup.. benar sekali..
siapa yang ciptakan ?
upsss...ga berani jawab :P

Bona TOBING said...

@Ecko: Cuma bisa senyum ajalah bro :D

Ecko Manalu said...

hidup pemerintah...
ehh lohhh kok aku ja adinyngejawab yah.... :D
hehehehehe :P